Home > Core Value

NILAI-NILAI YANG DIANUT LPMAK

Nilai-nilai (values) merupakan suatu tuntutan atau pedoman yang mendasari bagaimana seseorang atau sebuah organisasi berpikir, mengambil keputusan, bersikap, dan bertindak. Nilai-nilai organiasasi juga dapat diartikan sebagai  apa yang secara aktual memang menjadi praktik dari organisasi tersebut.  Juga diartikan sebagai apa yang disaksikan, diyakini, dipercaya, dilakukan dan dipraktikan oleh karyawan di organisasi ini merupakan nilai-nilai riil (nyata).

Sebelas (11) nilai yang dianut oleh LPMAK dalam menjalankan organisasi dan melaksanakan programnya untuk mencapai VISI tahun 2010 -2014 adalah:

1.    Dapat Dipercaya
“Dapat dipercaya” adalah perilaku yang menunjukkan kesesuaian kata dan perbuatan berdasarkan mandat yang diberikan oleh para pemangku kepentingan.
Masyarakat asli di Kabupaten Mimika menaruh harapan dan kepercayaan yang tinggi kepada LPMAK dalam melaksanakan program pengembangan masyarakat dari Dana Kemitraan PTFI.  Oleh karena itu perilaku “dapat dipercaya” ini harus dilaksanakan oleh karyawan LPMAK dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada lembaga dan masyarakat.

2.    Konsekwen
Berpegang teguh dan berani menanggung risiko dalam menjalankan segala kebijakan, aturan dan  keputusan lembaga.
Kebijakan, aturan dan keputusan lembaga dimaksudkan untuk menjadi pedoman agar roda pengelolaan kegiatan berjalan lancar. Karena itu seluruh karyawan LPMAK, jajaran BP dan BM harus bersikap konsekwen.

3.    Keterbukaan
Sikap dan perilaku yang selalu memberi dan menerima informasi tentang pengelolaan lembaga secara benar dan sesuai fakta.
LPMAK menitikberatkan keterbukaan dalam mengelola lembaga, dana, dan program dengan kegiatan pemanfaatan sumberdaya alam dan mengembangkan sumberdaya manusia serta menyampaikan hasil penyelenggaraannya kepada PPK.

4.    Bertanggungjawab
Sikap dan perilaku untuk selalu bersedia menjalankan tugasnya, dengan mengerahkan segala sumberdaya yang dimiliki.
Seluruh karyawan dan jajaran Badan-Badan dalam LPMAK menjunjung rasa tanggungjawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.  Rasa tanggungjawab yang tinggi juga dituntut dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada kepentingan lembaga dan kesejahteraan masyarakat.

5.    Profesional
Sikap dan perilaku yang selalu menggunakan keahlian dan pengalamannya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik.
Setiap karyawan dan jajaran Badan-Badan di dalam LPMAK harus memiliki kemampuan dan pengalaman yang memadai serta selalu berusaha mencapai hasil yang terbaik.

6.    Jujur
Sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi kebenaran dan etika .
Sikap dan tindakan jujur harus menjadi kebutuhan setiap karyawan LPMAK dalam menjalankan organisasi dan melayani peserta programnya.

7.    Berani
Sikap dan perilaku yang selalu mengungkapkan kebenaran.
Seluruh karyawan dan jajaran Badan-Badan dalam LPMAK harus mempunyai sikap yang berani mengungkapkan kebenaran dan fakta dalam hal pengelolaan dana, lembaga, dan program

8.    Adil
Sikap dan perilaku yang memperlakukan setiap PPK secara proporsional, tanpa diskriminasi.
Sikap dan tindakan adil harus menjadi acuan dalam memberikan pelayanan bagi siapa pun, internal maupun eksternal.

9.    Pemberdayaan
Tindakan untuk meningkatkan kemampuan dan kemampuan orang lain.
LPMAK memfokuskan pada pengembangan kualitas sumberdaya manusia baik karyawan maupun SDM masyarakat asli di Kabupaten Mimika. Seluruh pengelolaan lembaga, dana, dan program harus bertujuan pada terwujudnya pemberdayaan masyarakat.

10.    Keberlanjutan
Sikap dan perilaku yang selalu mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial dan lingkungan hidup dalam setiap pembuatan keputusan.
Salah satu dasar perencanaan program LPMAK adalah untuk berkontribusi kepada keberlanjutan.  Dengan demikian LPMAK berusaha keras untuk selalu mengelola lembaga dan programnya agar mencapai keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

11.    Keberpihakan
Sikap dan perilaku untuk selalu mendahulukan kepentingan masyarakat pemilik hak ulayat.
Semua kegiatan harus berorientasi pada kearifan lokal untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pemilik hak ulayat (masyarakat suku Amungme dan Kamoro)