Home > Articles > Di Mimika, UNIPA Paparkan Hasil Kegiatan KKN Mahasiswa
Para mahasiswa KKN UNIPA di Kabupaten Mimika mempresentasikan hasil kgiatan di Hotel Serayu Timika, Kabupaten Mimika.

Para mahasiswa KKN UNIPA di Kabupaten Mimika mempresentasikan hasil kgiatan di Hotel Serayu Timika, Kabupaten Mimika, 8 Agustus 2016. (bobi/LPMAK/2016)

Kantor Operasional Kerjasama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dengan pihak Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari Provinsi Papua Barat di Timika, Kabupaten Mimika melaporkan pihaknya memaparkan atau diseminasi hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UNIPA yang bertugas di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika Provinsi Papua kurang lebih selama 2 bulan, terhitung sejak Juni sampai minggu ke-2 bulan Agustus 2016.

Kepala Kantor Perwakilan Operasional Kerjasama Program LPMAK-UNIPA di Timika, John Arnold Palulungan, S.Pt., MSc mengatakan 10 mahasiswa KKN UNIPA di Timika tahun akademik 2016/2017. “Mereka berasal dari latar belakang pendidikan, fakultas yang berbeda. Ada peternakan, pertanian dan juga ekonomi. Jadi beragam dan hasilnya dipaparkan untuk umum,” katanya, berharap agar menjadi masukan bagi pihak pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika.

Setidaknya, laporan kegiatan tersebut diperuntukan bagi LPMAK, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dan PT Freeport Indonesia. Maka hasil tersebut diseminasikan di Ruang Cenderawasih Hotel Serayu, Timika Papua, Kamis (18/8). Para mahasiswa koordinator wilayah KKN, diantaranya Roynaldo Rumbrawer (Koordinator di Aroanop), Aznur Amrin (Koordinator di Tsinga) dan Yosua Kocu (Koordinator di Waa-Banti) mempresentasikan kegiatan pencapaian KKN.

Kata Roynaldo, pencapaian kegiatan di Aroanop selama 2 bulan, meliputi penyuluhan peternakan, pelatihan kios kampung, pembuatan demplot, denah kampung, pengambilan data kampung, pembukaan koperasi, perbaikan struktur organisasi koperasi kampung, pembuatan pakan ternak, pembuatan keripik, perbaikan kandang babi, perbaikan jadwal manajemen koperasi, pembuatan tugu UNIPA, pembuatan jembatan (50 persen), mengajar anak murid sekolah dasar (les tambahan) dan juga ibadah raya bersama warga. Kegiatan serupa juga dilakukan di Kampung Tsinga, Bebilawak dan Doli.

Aznur Amrin, Koordinator KKN mahasiswa UNIPA di Kampung Tsinga Distrik Tembagapura memaparkan pencapaian kegiatan selama kurung waktu dua bulan tersebut. Diantaranya: melakukan persemaian percontohan, pemindahan bibit wortel, pembersihan kandang ternak babi, pembersihan gereja Sion, pengokeran bibit kopi, mengasuh anak sekolah minggu, pembersihan gereja Imanuel, pelayanan ke jemaat Gereja Emanuel di Kampung Doli, penimbangan hasil pertanian, pendampingan dan pembersihan tanaman sayur, pengecetan helipad Bebilawak, penyuluhan pakan ternak, mengajari siswa-siswi SD di Pos KKN, pembuatan tempat penyimpanan bibit kopi, dan pendampingan kegiatan-kegiatan kampung.

Sementara di Kampung Waa-Banti, menurut Yosua Kocu, kegiatan yang dilakukan tak jauh berbeda dengan kegiatan kedua kampung lainnya. “Ada potensi pertanian dan perkebunan, disamping geowisata,” kata Roynaldo. (willem bobi)

Save

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*