Kesehatan

a.    Kesehatan masyarakat
1.    Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS
       Peningkatan jumlah warga di Mimikayang terinfeksi HIV/AIDS cukup signifikan . Pada 2007, 1430 kasus  meningkat menjadi 1793 kasus ditahun 2008. Kondisi inimendorong LPMAK melakukan kerjasama dengan KPAD Mimika. Kegiatan yang dilaksanakan :

  • Promosi kesehatan dalam hal pencegahanHIV/AIDS berbasisi adat dan agama.
  • Pemeriksaan HIV/AIDS dan PMS bagi masyarakat didaerah terpencil (Mobile VCT).
  • Kampanye pencegahan HIV/AIDS melalui event peringatan hari AIDS.
  • Pengobatan ARV di RSMM dan RSWB

2.   Kesehatan ibu dan anak
      LPMAK bekerjasama denganProject Concern International (PCI) sebagai implementor program kesehatan ibu dan anak. Program mencakup 10 kampung di 4 distrik di kabupaten Mimika. Kegiatan yang dilaksanakan :

  • Posyandu.
  • Rehabilitas giji anak dan ibu hamil.
  • Penyuluhan dan kampanye kesehatan.
  • Imunisasi dasar vitamin A sesuai jadwal.
  • Pemberdayaan masyarakat lokal

b.   Pelayanan medis
1.   Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM)
      RSMM adalah RS swasta tipe C yang dikelolaoleh Yaysan Caritas Timika (YCT), sebuah yayasan di bawah paying gereja Katolik. Pada tahun 2008, RSMM berhasil mendapatkan status Akreditasi dari Departemen Kesehatan RI melalui Komite Akreditasi Rumah Sakit dengan nilai sangat memuaskan. Dengan status ini, RSMM menjadi rumah sakit pertama di Papua yang terakreditasi tingkat dasar dengan 5 bidang pelayanan. Dari sisi ketenaga an, per 30 Juni 2009 sebanyak 367 orang. Mereka terdiri dari 18 dokter umum dan spesialis, 171 perawat dan bidan, 39 orang penunjang medis . Sedangkan sarana pelayan an medis antara lain unit rawat jalan seperti klinik umum dengan berba gai spesialisasi, unit rawat inap berkapasitas 101 tempat tidur, unit gawat darurat dengan 5 tempat tidur, kamar operasi, unit penunjang medis dan penunjang umum dan rumah tangga. Rumah Sakit yang memiliki motto ”Melayani Sepenuh Hati” ini memiliki prioritas pelayanan (sesuai kebutuhan masyarakat setempat), yakni upaya kesehatan ibu dan anak, penganggu langan penyakit infeksi terutama malaria, TBC dan HIV/AIDS serta penanggulangan kasus gawat darurat terutama trauma dalam rangka lifesaving dan limb-saving. Masyarakat setem pat yang dimaksud adalah suku Amungme, Kamoro, Dani, Damal, Nduga, Moni dan suku Mee. Masyarakat setempat yang akrab disebut masyarakat tujuh suku yang berdomisili di Kabupaten Mimika itu mendapat pelayan an medis secara gratis, karena ditanggung sepenuhnya oleh LPMAK selaku pemilik RSMM. Pelayanan medis yang diberikan RSMM sejak mulai beroperasi pada 20 Agustus 1999 - 30 Agustus 2009 antara lain, jumlah pasien rawat jalan sebanyak 821.441 orang, pasien rawat inap sebanyak 79.353 orang, jumlah kelahiran hidup sebanyak 10.999 bayi dan jumlah tindakan operasi sebanyak 9.023 orang. Kasus 10 besar penyakit yang ditangani RSMM khusus selama 2008 antara lain :

  • Rawat jalan didominasi oleh ISPA (infeksi saluran pernafasan akut), malaria, pengawasan kehamilan normal, tuberkulosis paru lainnya, diare dan gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi) selanjutnya cedera YDT (Yang Dengan Trauma) lainnya, YTT (Yang Tidak Trauma) dan daerah badan multipel, dispepsia, bronkitis, emfisema dan penyakit paru obstruktif kronik lainnya, penyakit sistem kemih lain, infeksi kulit dan jaringan subkutan.
  • Rawat inap terbesar karena malaria, Diare dan Gastroenteritis oleh penyebab infeksi tententu (kolitis infeksi), Pneumonia, Penyulit kehamillan dan persalinan lainnya; cedera YDT lainnya, YTT dan daerah badan multipel; Penyakit virus gangguan defisiensi imun pada manusia (HIV); Cedera Intrakranial; Penyulit yang berhubungan dengan masa nifas dan kondisi obsterik; Perawatan ibu terkait janin, ketuban, masalah persalinan; Tuberkulosis paru lainnya.
  • Pasien emergency terbesar disebabkan oleh cedera YDT lainnya, YTT dan daerah badan multipel; Malaria; Pengawasan Kehamilan Normal; Diare dan Gastroenteritis oleh penyebab infeksi tententu (kolitis infeksi); Infeksi saluran nafas bagian atas akut lainnya; Gejala, tanda klinik dan laboratorium yang belum spesifik, cedera intrakranial; Pneumonia; Dispepsia; Penyakit sistem kemih lainnya.

Untuk menunjang upaya peningkatan pelayanan kesehatan, RSMM menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, antara lain Departemen Kesehat an RI-Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, RSUD Kabupaten Mimika, Litbangkes Depkes RI danMenzies School of Health Research di Darwin, Australia, Perdha ki (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia), Universitas Hasanuddin di Makassar dan Universitas Sam Ratulangi di Manado, jaringan kerjasama antar Ruma Sakit, PT Freeport Indonesia dan berbagai organisasi profesi kesehatan lainnya.

2.   Rumah Sakit Waa Banti (RSWB)
      Kampung Waa-Banti, sekitar 5 Kilo Meter dari kota Tembagapura. Dikelola oleh International SOS, awalnya klinik umum yang beroperasi sejak tahun 1996 dan dikembangkan oleh LPMAK menjadi RS tipe D sejak tahun 2002 sampai sekarang. Semula dilayani oleh 3 orang dokter umum, dokter spesialis, dokter ekspariat dari RS Tembagapura, 26 orang perawat dan 12 orang tenaga pendukung. Dalam menangni kasus tertentu, pasien dari RSWB dapat dirujuk ke RS Tembagapura. Fasilitas yang tersedia di RSWB yakni selain tempat tidur, fasilitas penunjang lainnya terdiri dari Ambulance Service, Laboratorium, Radiologi dan Farmasi. Sementara jika pasien perlu ditangani dengan fasilitas seperti USG, CT scan atau peralatan modern lainnya maka  pasien dirujuk ke RS Tembagapura (milik PTFI). Selama 2008, kunjungan pasien rawat jalan mencapai 24.329 orang. Sementara kunjungan rawat inap selama 2008 men capai 1.425 orang. Penyakit terbanyak yang ditangani RSWB selama 2008 ada lah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), diare, perawatan luka dan obser vasi demam. Sedangkan pelayanan diunit rawat inap lebih didominasi oleh malaria, radang paru-paru, diare akut, cacar air dan luka-luka. Selain itu, terdapat 1 (satu) kasus meningitis yang timbul di Banti dan sekitarnya serta 11 (sebelas) kasus HIV/AIDS baru.