Papua Berpotensi Penghasil Sagu Terbesar di Dunia

LPMAK Timika – Papua | 31 August 2018


PROVINSI Papua termasuk daerah yang belum terlalu berkembang di Indonesia. Tetapi, bukan merupakan rahasia lagi bahwa Papua memiliki potensi yang luar biasa. Salah satu potensi besar dari Papua berasal dari hutan sagu. Papua memiliki hutan sagu terbesar di seluruh dunia.
Di mana permintaan domestik tepung sagu sendiri mencapai 5 juta ton per tahun, dengan jumlah yang dapat dipenuhi baru sekitar 3,5 juta ton per tahun. Permintaan tersebut juga didukung oleh permintaan dari manca negara yang sangat masif.
Profesor Dr Margaret Chan dari Faculty of Plantation and Agro technology in the Universiti of Teknologi MARA Malaysia mengatakan, pabrik pengolahan sagu rakyat yang dibangun Lembaga Pengembangan Masyara kat Amungme dan Kamoro (LPMAK) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia, harus di dukung keberadaannya. Sebab menurut Margaret Chan, pabrik pengolahan sagu rakyat tersebut selain bisa ikut menjawab kebutuhan permintaan dari manca negara tapi juga menjadi sumber pendapatan dan lapangan pekerja an dari masyarakat Papua khususnya yang berada di sekitar lokasi pengolahan sagu.
Ungkapan Margaret Chan itu disampaikan di selasela acara 13th Internasional Sago Symposium yang berlangsung di River Side Majestic Hotel, Kuching, Sarawak, Malaysia pada 2 hingga
6 Oktober 2017.
Lembaga Pengembangan Ma
syarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sebagai pe ngelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapat undangan menghadiri acara tersebut.
Ketua Badan Pengurus LPMAK, Yohanes Deikme, anggota Ba dan Musyawarah, Dominicus Mitoro, Wakil Sekretaris Eksekutif LPMAK bidang Ekonomi, Yohanis Kum dan Asisten Wakil Sekretaris, Alexander Roy Olikasa yang ikut pada simposium tersebut mendapat apresiasi dari The Chief Minister of Sarawak, Datuk Patinggi Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg.
Apresiasi itu diberikan kepada perwakilan LPMAK sebab LPMAK dinilai punya kepekaan dan inisiatif yang baik terhadap pengolaan sagu melalui pabrik pengolaan sagu rakyat.
Ketua Badan Pengurus, Yohanes Deikme dan anggota Badan Musyawarah, Dominicus Mitoro



Radio Online LPMAK
Media Sosial Kami
Twitter LPMAK

LPMAK Fanpage

SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.lpmak.org
Facebook : lpmak
Twitter : @lpmak_
Website: lpmak.org
Peta Lokasi