LPMAK Bakal Beralih Jadi Yayasan

LPMAK Timika – Papua | 01 February 2019
EVP Sustainable Development PTFI, Sony Prasetyo (kanan), Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abraham Timang dan Perwakilan Pemda Mimika saat memotong tumpeng ulang tahun. (Miskan/LPMAK)


Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) akan mengubah statusnya dari lembaga menjadi yayasan guna meningkatkan kemandirian orga-nisasi yang menaungi pengembangan masyarakat dua suku besar di Mimika yaitu Suku Kamoro dan Amungme  serta lima suku kekerabatan lainnya.

Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abraham Timang di Timika baru-baru ini mengatakan perubahan dimaksud untuk menyesuaikan dengan perkembangan terkini menuju kemandirian. “Dengan perubahan ini LPMAK bisa lebih mandiri, serta bisa mengembangkan usaha untuk mendapatkan pendapatan sehingga bisa mengembangkan program-program di LPMAK,” kata Abraham.

Perubahan menjadi yayasan akan dilakukan kurang lebih satu sampai dua tahun kedepan. Menurut Abraham, tim sedang bekerja untuk menyiapkan segala sesuatunya, khususnya yang menyangkut legalitas dari yayasan tersebut. “Perubahan ini tidak serta merta, tapi sebelumnya telah dikoordinasikan dengan semua pihak, baik lembaga adat, pemerintah daerah, dan Freeport. Sehingga agak lama untuk perubahan status ini,” ujarnya.

“Dengan perubahan ini mungkin akan ada perubahan struktur organisasi. Hal ini dikarenakan akan mengikuti struktur organisasi yang ada, misalnya pimpinan dari sekretaris eksekutif menjadi direktur,” ucapnya lagi.

EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Sony Prasetyo mengatakan perubahan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat sejak dikucurkannya dana kemitraan telah terjadi perubahan kelembagaan hingga menjadi LPMAK.

Menurut Sonny, PT Freeport sangat mendukung perubahan status yang bertujuan demi peningkatan pelayanan dalam rangka pengelolaan dana kemitraan untuk kesejahteraan masyarakat. “Saya melihat dengan sangat perubahan ini, kedepannya lembaga ini betul-betul menjadi lembaga yang dapat memenuhi harapan masyarakat,” kata Sonny.

Selain itu, Freeport juga ingin mendorong agar LPMAK menjadi satu organisasi yang transparan dan akuntabel. Jika berubah menjadi yayasan maka akan akuntabel sebab ada dasar hukum dan aturan yang jelas dibandingkan dengan lembaga.

“Yang paling prinsip adalah agar sumber daya yang ada mampu dipertanggungjawabkan. Artinya kita melihat kedepannya akan sangat berubah dengan situasi tahun-tahun sebelumnya, dan perubahan ini akan lebih sempurna,” kata Sonny.

Perubahan status LPMAK menjadi yayasan juga menurut Sonny tidak akan berpengaruh terhadap komitmen Freeport termasuk dukungan dana kemitraan sebesar satu persen dari pendapatan kotor setahun Freeport. (*)



Radio Online LPMAK
Media Sosial Kami
Twitter LPMAK

LPMAK Fanpage

SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.lpmak.org
Facebook : lpmak
Twitter : @lpmak_
Website: lpmak.org
Peta Lokasi